“Senyum itu memang sebuah IBADAH, dan layaknya sebuah ibadah maka ia akan mendatangkan kemanfaatan bagi diri kita dan orang lain”

Sejatinya saya selalu membiasakan diri walk to work. Sengaja, buat cari keringet setiap hari. Tapi entah, di 500m menjelang tujuan, saya malah terpukau dengan deretan motor-motor ojek pangkalan yang berjejer rapi dan bersanding ramah dengan para pengemudinya yang sumringah. Sapaan dan canda mereka, menyambut para pejalan kaki yang datang dari seberang jalan, laksana mentari pagi yang menyapa dunia ☀️☀️☀️.. (Adeuuuwh lebay, efek belum sarapan hihihi ✌️😊)

Oke Fine, karena kalian rapih, tersenyum tulus dan bersahaja, maka 500m kedepan akan menjadi milik kita berdua. Cayo Maaaaang!
Finally hanya dengan 10 rb, kebahagiaannya bisa dirasakan bersama.

Kata orang kekinian, bahagia itu simple. Termasuk orang yang hidup di metropolitan, tak sulit menemukannya pada cara dan hal yang sederhana, asal kita mau “melihat”

dan benar,
senyuman, keramahan dan kehangatan sang ojek mampu mendatangkan rejeki mereka yang pagi itu kebetulan lewat seorang pejalan kaki.

(Seputar Jakarta, Dari kisah pejalan kaki pagi sore)

FacebookTwitterGoogle+