Kisah dari seorang sahabat baru, yang berbagi di jumat siang ini :

“Pada suatu masa, saya berkata (dalam hati)….
Untung saya bekerja kantoran dan punya uang sendiri… Kalau tidak, bagaimana saya bisa membanggakan keluarga saya, darimana saya bisa memberikan uang bulanan yg cukup untuk membantu menghidupi ibu bapak saya yg sudah pensiun, bagaimana saya bisa bersedekah yang banyak untuk panti asuhan, darimana uang untuk bisa membantu saudara yang membutuhkan…. Bagaimana saya bisa menyekolahkan anak saya di sekolah yang terbaik, bagaimana saya bisa membeli pakaian yang pantas dan sesekali mengoleksi barang bermerek, bagaimana saya bisa berkumpul dengan teman teman yg gaul dan keren keren, lalu bagaimana saya bisa punya ini dan itu ……..”jika saya tidak bekerja”…

Dan sekarang saya tak lagi bekerja…

Apakah lantas ibu dan bapak saya kekurangan?
Apakah saudara saudara saya tak lagi terbantu? Apakah saya tak lagi berbagi sedekah?
Apakah semua “keperluan saya tak lagi mampu terbeli”?
Apakah semua keperluan hari hari tak lagi tercukupi? Apakah saya tak bisa bersosialisasi?

Saya lupa
Saya khilaf
Saya lalai
Dan saya sombong

Semua itu ….adalah Allah yang mencukupi bahkan sering dilebihkanNya. Bukan karena “saya yang bekerja”.

RejekiNya datang melalui pekerjaan suami yang barokah, ayah ibu yang sehat, anak anak yang rukun salih dan mandiri, saudara yg saling memperhatikan, bersedekah dengan apapun yg kami mampu, bertambah teman teman yang baik dan kegiatan baru di rumah yang terkelola dengan baik…MasyaAllah…”

Diapun menutup kisahnya

๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ

Saya dan teman teman semua tertegun.
Kami sdh kerap mendapati cerita seperti ini dari berbagai sumber, tapi Mendengarnya langsung dari orang yang mengalaminya, membuat kami semua betul betul bercermin… …

Ya Allah ampuni kami dan tuntunlah kami untuk sabar dalam taat kepadamu…
Sungguh tiada Engkau ciptakan kami selain untuk beribadah kepadaMu.

Semoga kita diJauhkan dari perkara duniawi yang membisikkan hal yang seolah baik dan benar padahal belum tentu itu benar disisiNya.

#mariMenghisabDiriย #hikmahJumat

FacebookTwitterGoogle+