Beberapa waktu yang lalu, saya (ayah amani) berkenalan dengan seorang wanita. Honestly, she is so beautifull dan secepat kilat otak saya yang nakal langsung membayangkan betapa bahagianya jika dia menjadi pacar saya.

—saat ini

Cerita singkat di atas adalah cerita saat saya (ayah amani) masih remaja, pertama kali mengenal dunia perkuliahan yang jauh dari orang tua. Hidup diperantauan, belajar mandiri walau setiap bulan uang saku masih diberi .. Hehehe

Ketika saya mengetahui, begitu banyak teman teman cowok yang berfikir sama, saat itu juga langsung minder (maklum, wajah ndak menjual .. Hehe)

Bagaimana saya harus mendapatkannya ?

Apakah saya harus berpenampilan sama dengan teman lainnya ?

Apakah model rambut saya harus kekinian (yg saat itu lagi tren model keanu reeves – speed)?

Ataukah saya mundur saja ?

Yup, PERSAINGAN

Dalam dunia bisnis, kondisi seperti di atas akan sering terjadi. Kondisi dimana kita terjebak dalam pasar yang sama antara yang kuat dan yang lemah. Kondisi dimana produk kita mirip dengan para pesaing. Kondisi dimana demand sedikit namun memiliki supply banyak.

Yup, inilah yang kemudian dalam ilmu manajemen disebut kondisi “red ocean”, kondisi dimana hanya hukum rimba yang berlaku. Yang kuat akan survive sedangkan yang lemah akan tersingkir krn ndak “keduman” pasar.

Dan disaat genting inilah blue ocean strategy diciptakan —sebuah strategy dimana kita bisa dan mampu membuat ceruk pasar baru.

Sebuah strategi dimana kita bisa memanfaatkan lubang lubang yang ditinggalkan oleh red ocean, atau lebih dikenal dengan missed market..

 

Bila kita lihat NITENDO, dia berhasil membuat produknya kembali bersaing di pasar baru dengan dikenalkannya nitendo wii

 

Bila kita lihat ipod, apple berhasil menciptakan tren musik digital yang dulu dikuasai oleh walkman

Bila kita melihat blackberry, dia berhasil membuat pasar baru dengan produk BBM mereka.

Dan yamaha, telah berhasil dengan konsep motor automaticnya melalui Mio dikala pasar saat itu dikuasai oleh motor manual dari hondam

Blue ocean strategy pada dasarnya merupakan sebuah siasat untuk menaklukan pesaing melalui tawaran fitur produk yang inovatif, dan selama ini diabaikan oleh para pesaing.

Dengan cara seperti diatas, blue ocean mendorong pelakunya untuk memasuki sebuah arena pasar baru yang potensial, dan yang selama ini “dilupakan”. Hal ini tentu berbeda dengan red ocean, dimana semua kompetitor memberikan tawaran fitur produk yang seragam, sama, dan semua saling memperebutkan pasar yang juga sama.

Inovasi produk, mungkin ini kata kuncinya sehingga produk yang kita jual akan menjadi trend center baru dalam pasar bisnis.

Ada banyak dua alat bantu yang dapat kita gunakan untuk mempermudah kita menerapkan blue ocean strategy, yaitu :

-Strategy canvasing

– 4 action framework

Hoaaam .. Wes ngantuk, dilanjut seri 2 ya dan akan fokus ke alat yang kedua yaitu 4 action framework

Barokallah

FacebookTwitterGoogle+